jul 25,2016 8:59 PM
.
.
Malam ini saya merenungi suatu hal,yang mungkin ga banyak orang memikirkan hal yang sama seperti saya.
.
.
apakah perpisahan semiris ini?
apakah perpisahan segenting ini? sampai2 saya harus memaksakan untuk bertemu dengan teman2 saya sebelum kita sibuk masing2,seakan akan dikejar waktu. dan kita? sama sama berlari kearah yang berbeda.dan entah dipertemukan kapan.
.
.
maaf kalo saya adalah hal yang membuat kalian bingung,dan menggelikan karena hal ini kedengeran sangat drama. but,trust me....ini bukan drama yang saya buat,tapi saya percaya keadaan ini memang saya alami.
.
.
jika di waktu yang genting ini,ada yang bilang "lebay lo,nanti juga masih bisaketemu" saya bukan orang seperti itu. selagi masih ada waktu,kenapa engga?
dan saya bukan orang yang "kita liat aja kedepannya gimana",karena kedepannya itu kita gak tau gimana,makanya kita manfaatin waktu yang sekarang.
.
seorang teman adalah suatu hal yang sangat penting bagi saya,tanpa teman hidup saya hanyalah hidup,tanpa mengerti arti hidup yang sebenarnya. karena mereka,saya jadi ingin terus hidup,bareng mereka. tapi kenyataan di hidup ini,membuat perkataan saya barusan saya tarik kembali. karena kita gatau bisa terus hidup atau engga,kita gatau bisa bareng mereka terus apa engga. siapa tau ada yang pergi duluan tanpa pamit,atau kita jadi sibuk masing-masing sampai waktu pun enggan mempertemukan kita lagi. kita gatau kan?
ya,kenapa sebegitu penting teman dalam hidup saya. walaupun teman tidak akan dibawa saat kita mati,tapi saya sangat berterimakasih kepada tuhan saya Allah SWT yang telah menghadirkan orang-orang yang sangat berharga dihidup saya,agar saya memahami arti hidup yang ia berikan kepada saya.
apa saya perlu mati dulu agar semua ucapan saya terungkap?
tapi saya tidak mau mati begitu saja,lalu mereka menyadari ketika saya sudah tidak ada dan saya tidak ikut bahagia bersama mereka.
singkat atau lambat,saya ingin membuktikan ke mereka. kalau semua yang saya bicarakan disini,bukan dari ke egoisan saya yang selalu memaksa mereka untuk berkumpul,memaksa mereka untuk meluangkan waktu, tapi yang saya bicarakan disini,saya ingin bersama mereka sebelum mereka berubah setelah menjalani jati dirinya masing-masing. terimakasih ya Allah sudah mengirimkan orang-orang yang berharga dalam hidup saya😊
.
.
.
sincerely,papam yang takut kehilangan kalian:)
Just a part of Story
tidak semua yang ditulis adalah tulisan saya.
just wait
Senin, 25 Juli 2016
Kamis, 21 Juli 2016
akhirnya kayagini?
malam ini saya merenungkan satu hal, beginikah setelah lulus sma? saya tidak mengerti atau mungkin saya yang kurang mengerti keadaan sekitar. rasanya saya belum bisa melepas teman-teman saya,dan mengakhirkan pertemuan ini dengan begitu saja.
.
begitu saja? harusnya bagaimana?
entahlah,saya juga tidak mengerti harus bagaimana. tapi yang tidak saya mengerti,apakah mereka yang terlalu sibuk atau mungkin kita bukan prioritasnya. waktu pun tidak bisa mereka luangkan untuk kita.
.
saya mengerti kenapa Tuhan tidak membiarkan saya pacaran di masa SMA,karena tuhan tau,saya bisa lebih bahagia dengan teman-teman saya dibandingan dengan seorang pacar.
.
tapi saya tidak mengerti kenapa yang sedang pacaran lebih memiliki banyak waktunya dibandingkan dengan teman-temannya,saya pernah di posisi nya mereka,tapo apakah mereka merasakan penjara seperti saya waktu itu.
.
Tuhan,apa yang semoga yang dialami teman saya saat ini,bisa menyadarkannya di waktu mendatang. semoga saya dan teman-teman saya adalah sesuatu hal yang lebih penting diwaktu mendatang😊
.
begitu saja? harusnya bagaimana?
entahlah,saya juga tidak mengerti harus bagaimana. tapi yang tidak saya mengerti,apakah mereka yang terlalu sibuk atau mungkin kita bukan prioritasnya. waktu pun tidak bisa mereka luangkan untuk kita.
.
saya mengerti kenapa Tuhan tidak membiarkan saya pacaran di masa SMA,karena tuhan tau,saya bisa lebih bahagia dengan teman-teman saya dibandingan dengan seorang pacar.
.
tapi saya tidak mengerti kenapa yang sedang pacaran lebih memiliki banyak waktunya dibandingkan dengan teman-temannya,saya pernah di posisi nya mereka,tapo apakah mereka merasakan penjara seperti saya waktu itu.
.
Tuhan,apa yang semoga yang dialami teman saya saat ini,bisa menyadarkannya di waktu mendatang. semoga saya dan teman-teman saya adalah sesuatu hal yang lebih penting diwaktu mendatang😊
Selasa, 19 Juli 2016
oca🌈
apa yang sudah terjadi setahun ini.
kamu sudah lama hadir dalam hidup saya,namun saya baru merasakan perbedaan kehadiran kamu satu tahun belakangan ini. entahlah apa yang saya rasakan. kehadiran kamu berbeda dengan yang lainnya. sikapmu kepada saya menunjukan kalau saya juga berbeda dengan temanmu yang lainnya.
.
.
apakah saya harus menjadi secreet admirer kamu? sungguh,saya tidak mengerti itu. apakah saya,teman dekatmu ini mampu jadi secreet admirer kamu?yang bahkan,teman-teman disekitarmu saja sudah tahu,bagaimana perasaan saya ke kamu.yang saya tahu,secreet admirer itu hanya mencintaimu diam-diam,yang mencintaimu dari kejauhan. sedangkan saya? saya dan kamu begitu dekat,mungkin saya secreet admirer yang beruntung? atau mungkin saya hanya seseorang yang tidak bisa melanjutkan jatuh cintanya,karena saya hanyalah sebatas teman dekat..
.
.
sungguh,saya tidak mengerti artinya secreet admirer yang berada didalam friendzone.
kamu sudah lama hadir dalam hidup saya,namun saya baru merasakan perbedaan kehadiran kamu satu tahun belakangan ini. entahlah apa yang saya rasakan. kehadiran kamu berbeda dengan yang lainnya. sikapmu kepada saya menunjukan kalau saya juga berbeda dengan temanmu yang lainnya.
.
.
apakah saya harus menjadi secreet admirer kamu? sungguh,saya tidak mengerti itu. apakah saya,teman dekatmu ini mampu jadi secreet admirer kamu?yang bahkan,teman-teman disekitarmu saja sudah tahu,bagaimana perasaan saya ke kamu.yang saya tahu,secreet admirer itu hanya mencintaimu diam-diam,yang mencintaimu dari kejauhan. sedangkan saya? saya dan kamu begitu dekat,mungkin saya secreet admirer yang beruntung? atau mungkin saya hanya seseorang yang tidak bisa melanjutkan jatuh cintanya,karena saya hanyalah sebatas teman dekat..
.
.
sungguh,saya tidak mengerti artinya secreet admirer yang berada didalam friendzone.
just share it
Bukannya aku tidak mau mengerti. Aku sudah mencoba menginterpretasikan maksudmu dari segala macam pandangan yang ada, berusaha melihat situasi dari kacamatamu.
Tetapi, sungguh, kamu tidak pernah jelas, selalu berubah-ubah keputusan dan pikirannya, tanpa memikirkan aku yang terombang-ambing dalam cengkeraman lautanmu. Aku tidak bisa menemukan jawabannya.
Entah berapa kali aku sudah berputar-putar dengan mata lebar terbuka pada jam yang tidak seharusnya, karena tempat tidurku tidak lagi nyaman dan selimutku tidak lagi memberikan bantuan dalam dingin yang menusuk tulang. Tidak ketika aku sedang memikirkan betapa hangatnya pelukanmu.
Harapan untuk akhirnya menatap kedua bola matamu membuatku terus bertahan untuk memecahkan teka-teki yang rasanya tidak ada ujungnya. Kau ada, kemudian tiada. Ketika aku hendak beranjak, kau kembali.
Aku tidak tahu apakah kau memang sengaja atau ini hanya perasaanku saja. Mungkin aku yang memikirkan tentang kita terlalu jauh, atau mungkin kau yang memang buta.
Sebentar-sebentar muncul, lalu hilang. Di luar terlihat bersinar, namun dalamnya kosong. Datang secara cuma-cuma, tetapi pergi juga tanpa permisi.
Entah ini nyata atau tidak, namun sepertinya aku korban harapan palsu.
—E.
Tetapi, sungguh, kamu tidak pernah jelas, selalu berubah-ubah keputusan dan pikirannya, tanpa memikirkan aku yang terombang-ambing dalam cengkeraman lautanmu. Aku tidak bisa menemukan jawabannya.
Entah berapa kali aku sudah berputar-putar dengan mata lebar terbuka pada jam yang tidak seharusnya, karena tempat tidurku tidak lagi nyaman dan selimutku tidak lagi memberikan bantuan dalam dingin yang menusuk tulang. Tidak ketika aku sedang memikirkan betapa hangatnya pelukanmu.
Harapan untuk akhirnya menatap kedua bola matamu membuatku terus bertahan untuk memecahkan teka-teki yang rasanya tidak ada ujungnya. Kau ada, kemudian tiada. Ketika aku hendak beranjak, kau kembali.
Aku tidak tahu apakah kau memang sengaja atau ini hanya perasaanku saja. Mungkin aku yang memikirkan tentang kita terlalu jauh, atau mungkin kau yang memang buta.
Sebentar-sebentar muncul, lalu hilang. Di luar terlihat bersinar, namun dalamnya kosong. Datang secara cuma-cuma, tetapi pergi juga tanpa permisi.
Entah ini nyata atau tidak, namun sepertinya aku korban harapan palsu.
—E.
today is not for us
You are my person.
No, I am not going to say you were my person because you are my person. You will always be my person.
I love you like I loved no other. I love you unconditionally. When you love someone, you see them in everything. I see you in everything. I hear you in the lyrics of every song. Your absence marks my presence, and all to often my reality is surrounded of memories of us from the past. I see her as well, the girl who doesn’t belong with you. The wrong one. I can almost imagine her smiling at me, with a smirk mocking me on her pretty face, because she has your attention now, and I do not. Little does she know, I am the one you belong with, that can not be changed.
My lovely, you leaving me has taught me to have more independence than I thought I had in myself. I have become someone incredible, someone I never thought I was. This strength has come from the inner most deepest parts of me, as I continue my life expedition without you.
But I must admit, I don’t want to continue without you.
That does not take away any of my strength, losing someone who was your other half makes you empty, lost. You were the reason why I liked waking up in the morning, knowing I was waking up to your handsome face, looking into those beautiful, mysterious brown eyes that always kept me wondering. You were the reason why I went to sleep with a smile on my face, hearing your voice until the last possible moment I could stay awake, while we laid in your bed.
You were the reason why my happiness existed, always putting a smile on my face was what you were amazing at.
You knew me all too well, so fast. You got me. You were the reason why I dreamt about life, imaging what it could have given us. You were the reason why I fought so hard when you pushed me away… But, I unfortunately failed. Feeling all too worthless.
Until we meet again, mi amore… When that day comes I hope we are both in the right spot for each other. Today is not for us but you and I both know that day is going to come. Maybe two months from now, maybe five years from now, maybe twenty years from now. We are right for each other. Our love that we shared has faded but is impossible to disappear. One day you are going to wake up and realize what you are missing, what you have pushed away. The most intimate love you could ever experience. I can promise you I would cherish you and love you forever. I would listen and be your shoulder to cry on.
I would be your smile when you’re feeling low. I would be your guidance when you are feeling lost. I would be everything you could ever dream of and more.
I realize what I lost every single day I wake up and don’t have your arms wrapped around me keeping me safe. You’re my saviour, my angel. You lifted me up when I was at my worst possible misery. The connection we share is powerful, always will be.
—S. J.
No, I am not going to say you were my person because you are my person. You will always be my person.
I love you like I loved no other. I love you unconditionally. When you love someone, you see them in everything. I see you in everything. I hear you in the lyrics of every song. Your absence marks my presence, and all to often my reality is surrounded of memories of us from the past. I see her as well, the girl who doesn’t belong with you. The wrong one. I can almost imagine her smiling at me, with a smirk mocking me on her pretty face, because she has your attention now, and I do not. Little does she know, I am the one you belong with, that can not be changed.
My lovely, you leaving me has taught me to have more independence than I thought I had in myself. I have become someone incredible, someone I never thought I was. This strength has come from the inner most deepest parts of me, as I continue my life expedition without you.
But I must admit, I don’t want to continue without you.
That does not take away any of my strength, losing someone who was your other half makes you empty, lost. You were the reason why I liked waking up in the morning, knowing I was waking up to your handsome face, looking into those beautiful, mysterious brown eyes that always kept me wondering. You were the reason why I went to sleep with a smile on my face, hearing your voice until the last possible moment I could stay awake, while we laid in your bed.
You were the reason why my happiness existed, always putting a smile on my face was what you were amazing at.
You knew me all too well, so fast. You got me. You were the reason why I dreamt about life, imaging what it could have given us. You were the reason why I fought so hard when you pushed me away… But, I unfortunately failed. Feeling all too worthless.
Until we meet again, mi amore… When that day comes I hope we are both in the right spot for each other. Today is not for us but you and I both know that day is going to come. Maybe two months from now, maybe five years from now, maybe twenty years from now. We are right for each other. Our love that we shared has faded but is impossible to disappear. One day you are going to wake up and realize what you are missing, what you have pushed away. The most intimate love you could ever experience. I can promise you I would cherish you and love you forever. I would listen and be your shoulder to cry on.
I would be your smile when you’re feeling low. I would be your guidance when you are feeling lost. I would be everything you could ever dream of and more.
I realize what I lost every single day I wake up and don’t have your arms wrapped around me keeping me safe. You’re my saviour, my angel. You lifted me up when I was at my worst possible misery. The connection we share is powerful, always will be.
—S. J.
should i?
Maybe it is time to let you go and move on.
And maybe it is also time to admit to myself the fact that I can no longer deny.
That we are a loose end and we always will be.
It's like I'm left with a book with no last chapter, filling my head with questions I can never answer and wondering if all those time I spent on it was actually worth something.
I always knew that we were destined to fall apart, and that the love that seemed to run so deep was merely a thin surface designed to cover the true intentions underneath.
But no matter how bad things got, I never thought that it would end this way; no matter how frustrating, confusing, and complicated things got.
I thought that we would at least have an ending, a moment of closure where we say the things needed to be said.
But we never had that, did we?
And what kills me the most is that I never knew that the last time I saw you would be the last, I never knew that all the words I saved up in my head for when we say our goodbyes will forever be left unspoken, and I never knew that even after all the shit that went down between us I still wouldn't be able to get you out of my mind.
But maybe that's because you left so quickly, when all I wanted was just the chance to say goodbye.
—J. c.
And maybe it is also time to admit to myself the fact that I can no longer deny.
That we are a loose end and we always will be.
It's like I'm left with a book with no last chapter, filling my head with questions I can never answer and wondering if all those time I spent on it was actually worth something.
I always knew that we were destined to fall apart, and that the love that seemed to run so deep was merely a thin surface designed to cover the true intentions underneath.
But no matter how bad things got, I never thought that it would end this way; no matter how frustrating, confusing, and complicated things got.
I thought that we would at least have an ending, a moment of closure where we say the things needed to be said.
But we never had that, did we?
And what kills me the most is that I never knew that the last time I saw you would be the last, I never knew that all the words I saved up in my head for when we say our goodbyes will forever be left unspoken, and I never knew that even after all the shit that went down between us I still wouldn't be able to get you out of my mind.
But maybe that's because you left so quickly, when all I wanted was just the chance to say goodbye.
—J. c.
i wish he knew
Dan bolehkah aku bertanya pada langit yang melihat setiap gerak gerikmu yang menunjukan cinta?
Bolehkah aku bertanya pada angin yang menjadi saksi dari setiap kata rindumu?
Tanyakan pada jemariku yang merasa hangat dan nyaman setiap kali kamu menyelipkan jarimu dengan jariku menjadi satu.
Tanyakan pada mataku yang selalu bersinar setiap kali melihat matamu menatapku dalam.
Tanyakan pada bibirku yang selalu melekukan senyuman manis setiap kamu melakukan hal-hal manis.
Setelah semua hal yang telah kita lakukan, tanyakan pada mereka, apakah kita hanya sebatas sahabat?
—bittersweet (i38a)
Bolehkah aku bertanya pada angin yang menjadi saksi dari setiap kata rindumu?
Tanyakan pada jemariku yang merasa hangat dan nyaman setiap kali kamu menyelipkan jarimu dengan jariku menjadi satu.
Tanyakan pada mataku yang selalu bersinar setiap kali melihat matamu menatapku dalam.
Tanyakan pada bibirku yang selalu melekukan senyuman manis setiap kamu melakukan hal-hal manis.
Setelah semua hal yang telah kita lakukan, tanyakan pada mereka, apakah kita hanya sebatas sahabat?
—bittersweet (i38a)
Langganan:
Komentar (Atom)